Mobil tercepat di dunia ini juga tak kalah cepat dengan Koenigsegg Agera R karena telah
mampu membawa anda sampai dengan kecepatan 60 km/jam hanya dengan waktu
2.7 detik saja.
Long Distance Relationship (Hubungan jarak jauh) itu tak semudah yang dibayangkan.
karena sms/wa/BBM tak bisa menggantikan kehadiran.
karena telepon tak bisa menggantikan kebutuhan akan perhatian.
Ada yang bilang, "Bukan masalah kuantitas pertemuan, tapi kualitas
pertemuan yang penting". Namun percayalah, kuantitas pertemuan pun
sangat penting.
Pelukan hangat bisa meningkatkan angka hidup pasangan.
Komunikasi yang baik bisa menguatkan ikatan pernikahan.
Setujuu..???
*Boleh di-SHARE
Setia Furqon Kholid
Empati dengan nasib beberapa muslimah.
Kadang, mencari sosok suami idaman begitu sulitnya.
Adapun, banyak sekali pesaingnya.
Ada yang soleh, tapi kadang belum mandiri
Ada yang mandiri, tapi kesolehan belum terjamin.
Padahal, usia semakin bertambah,
Desakan orang tua untuk menimang cucu makin menjadi.
Akhirnya, kadang prinsip jadi goyah.
Bahkan tak sedikit yang rela melepas hijabnya.
Atau melakukan kemaksiatan yang mendekati zina.
Sabarlah saudaraku,
Yakinlah dengan pertolongan Allah.
Stay calm and keep istiqomah.
InsyaAllah jodohmu tak kan tertukar,
Setujuu..???
*Boleh di-SHARE
JANGAN JATUH CINTA! TAPI BANGUN CINTA
Kadang, mencari sosok suami idaman begitu sulitnya.
Adapun, banyak sekali pesaingnya.
Ada yang soleh, tapi kadang belum mandiri
Ada yang mandiri, tapi kesolehan belum terjamin.
Padahal, usia semakin bertambah,
Desakan orang tua untuk menimang cucu makin menjadi.
Akhirnya, kadang prinsip jadi goyah.
Bahkan tak sedikit yang rela melepas hijabnya.
Atau melakukan kemaksiatan yang mendekati zina.
Sabarlah saudaraku,
Yakinlah dengan pertolongan Allah.
Stay calm and keep istiqomah.
InsyaAllah jodohmu tak kan tertukar,
Setujuu..???
*Boleh di-SHARE
JANGAN JATUH CINTA! TAPI BANGUN CINTA
Saat
training "Jangan Jatuh CINTA! Tapi Bangun Cinta" tadi di Bukit tinggi,
ada seorang peserta pria yang bertanya, "Saya suka pada seorang akhwat
(wanita) dan sudah pernah menyatakan perasaan saya. Ternyata iapun
memendam rasa yang sama. Saya ingin menikahinya tapi nanti saat saya
sudah lulus dan sudah punya pekerjaan. Ia pun sama ingin menikah setelah
lulus kuliah sekitar 2,5 tahun lagi. Bagaimana pendapat kang Furqon?"
Sahabatku, banyak diantara kita yang tak sabar atau bahkan takut jika orang yang kita cintai nanti menikah dengan yang lain.
Atau ada juga yang ingin memiliki namun belum siap menikahi. Ujungnya adalah memberi harapan yang belum pasti, memberi janji yang malah membebani.
Pertanyaannya, "Mampukah selama penantian itu kau bisa menjaga hati, pandangan dan perasaanmu agar tak terjerumus pada zina hati, pikiran dan perasaan?"
Pertanyaannya lagi, "Bisakah kau dan dia menjaga kesetiaan padanya, padahal dalam rentang waktu itu bisa jadi ada lelaki yang lebih soleh dan mapan darimu yang siap melamarnya, atau sebaliknya bisakah kau tetap setia menunggunya dengan keterbatasan komunikasi dan tempat, sedangkan di hadapanmu ada wanita yang lebih solehah dan menarik hati?"
Kawan, seringkali karena keterbatasan pikiran, kita mengganggap ialah yang terbaik dan mesti menjadi jodoh. Padahal bisa jadi ada jodoh yang lebih baik yang telah Dia siapkan untukmu. Maka, tugas kita jika belum siap menikah adalah menjadi sebaik-baik pribadi yang disukaiNya. Hingga ia pantaskan kita untuk mendapatkan jodoh terbaik menurutNya.
Karena bisa jadi kita menyukai sesuatu, padahal itu belum tentu yang terbaik. Sebaliknya, bisa jadi kita tak menyukai sesuatu padahal itu yang terbaik bagi kita.
Setujuu...???
*Boleh di-SHARE. Moga manfaat
Setia Furqon Kholid
Sahabatku, banyak diantara kita yang tak sabar atau bahkan takut jika orang yang kita cintai nanti menikah dengan yang lain.
Atau ada juga yang ingin memiliki namun belum siap menikahi. Ujungnya adalah memberi harapan yang belum pasti, memberi janji yang malah membebani.
Pertanyaannya, "Mampukah selama penantian itu kau bisa menjaga hati, pandangan dan perasaanmu agar tak terjerumus pada zina hati, pikiran dan perasaan?"
Pertanyaannya lagi, "Bisakah kau dan dia menjaga kesetiaan padanya, padahal dalam rentang waktu itu bisa jadi ada lelaki yang lebih soleh dan mapan darimu yang siap melamarnya, atau sebaliknya bisakah kau tetap setia menunggunya dengan keterbatasan komunikasi dan tempat, sedangkan di hadapanmu ada wanita yang lebih solehah dan menarik hati?"
Kawan, seringkali karena keterbatasan pikiran, kita mengganggap ialah yang terbaik dan mesti menjadi jodoh. Padahal bisa jadi ada jodoh yang lebih baik yang telah Dia siapkan untukmu. Maka, tugas kita jika belum siap menikah adalah menjadi sebaik-baik pribadi yang disukaiNya. Hingga ia pantaskan kita untuk mendapatkan jodoh terbaik menurutNya.
Karena bisa jadi kita menyukai sesuatu, padahal itu belum tentu yang terbaik. Sebaliknya, bisa jadi kita tak menyukai sesuatu padahal itu yang terbaik bagi kita.
Setujuu...???
*Boleh di-SHARE. Moga manfaat
Setia Furqon Kholid
Jika dianalogikan karakter dengan warna, mana kira-kira karakter Sahabat yang paling dominan:
1. Merah: terlalu berani, kadang tanpa perhitungan, cepat mengambil peluang, kadang tak mengukur kemampuan, mudah terpengaruh, gampang ditipu atau dimanfaatkan.
2. Hijau: Kebalikan dari merah, serba perhitungan, perencana yang baik, susah mengambil keputusan dengan cepat, tak mau mengambil resiko tinggi, terkesan plin-plan, antisipatif. Tak gampang percaya dan sulit ditipu.
3. Biru: berjiwa sosial, mudah memberi, gampang tersentuh, senang membantu, tidak egois.
*Boleh di-SHARE
Setia Furqon Kholid
Sumber: SDI
1. Merah: terlalu berani, kadang tanpa perhitungan, cepat mengambil peluang, kadang tak mengukur kemampuan, mudah terpengaruh, gampang ditipu atau dimanfaatkan.
2. Hijau: Kebalikan dari merah, serba perhitungan, perencana yang baik, susah mengambil keputusan dengan cepat, tak mau mengambil resiko tinggi, terkesan plin-plan, antisipatif. Tak gampang percaya dan sulit ditipu.
3. Biru: berjiwa sosial, mudah memberi, gampang tersentuh, senang membantu, tidak egois.
*Boleh di-SHARE
Setia Furqon Kholid
Sumber: SDI
7 HAL YANG MENDEWASAKAN DIRIMU:
1. Cobalah untuk bergaul dengan orang yang ada diatasmu. Misalnya: lebih berpengalaman, lebih berilmu dan lebih dewasa.
2. Beranilah untuk mengambil peluang juga resiko peluang tersebut.
3. Belajarlah untuk memutuskan sesuatu dengan logika, bukan dengan perasaan semata.
4. Beranilah untuk mandiri dan tak bergantung pada orang lain. Misalnya pemberian orang tua.
5. Perbanyak input yang positif, jauhi input yang negatif.
6. Berkata juga bertindaklah hanya yang baik.
7. Sandarkan selalu dirimu pada sumber energi tanpa batas. Yaitu energi Ilahiyah.
"Karena tua itu pasti, namun dewasa itu pilihan".
Setujuu..??
*Boleh di-SHARE
Setia Furqon Kholid
1. Cobalah untuk bergaul dengan orang yang ada diatasmu. Misalnya: lebih berpengalaman, lebih berilmu dan lebih dewasa.
2. Beranilah untuk mengambil peluang juga resiko peluang tersebut.
3. Belajarlah untuk memutuskan sesuatu dengan logika, bukan dengan perasaan semata.
4. Beranilah untuk mandiri dan tak bergantung pada orang lain. Misalnya pemberian orang tua.
5. Perbanyak input yang positif, jauhi input yang negatif.
6. Berkata juga bertindaklah hanya yang baik.
7. Sandarkan selalu dirimu pada sumber energi tanpa batas. Yaitu energi Ilahiyah.
"Karena tua itu pasti, namun dewasa itu pilihan".
Setujuu..??
*Boleh di-SHARE
Setia Furqon Kholid